Laporan : Wiwin edwin Enrekang
Pernahkah anda mengelilingi daerah Sulawesi Selatan, terdapat beberapa keindahan yang ada di daerah tersebut. Kali ini ada kawasan dan sebuah daerah yang ternyata memiliki segudang peninggalan sejarah yang sangat menarik dan penuh dengan nilai historis yang mendunia. Mulai dari peninggalan - peninggalan penjajahan Jepan, hingga peninggalan kuno jaman megalitikum, yang dimana penduduk pada jaman tersebut menggunakan batu sebagai peralatalan sehari-hari, hingga pernah diadakan penelitian tentang ketajaman batu yang digunakan sebagai alat pemotong dan hasilnya, batu tersebut sangat tajam, setajam pisau yang digunakan saat ini.
Daerah yang terletak pada kilometer 196 sampai 281 dari kota Makassar dan berbatasan langsung dengan Tana Toraja, merupakan daerah yang sangat strategis. Saat ini Tana Toraja merupakan pusat pariwisana dan budaya yang telah mendunia yang penuh nilai historis. Namun, sebelum menuju Tana Toraja terlebih dahulu kita melewati daerah ini. Massenrempulu adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh masyarakat dan kerajaan Sulawesi Selatan pada tahun 1511 M, pemberian nama ini dikarenakan letaknya yang berada di lereng Latimojong, dimana Latimojong ini dikenal dengan gunung tertinggi di Sulawesi Selatan yang memiliki ketingian 3239 meter dari laut.
Enrekang, nama daerah ini yang memiliki histori - histori yang perlu untuk dipelajari dan dikembangkan, sebagai objek pariwisata dan budaya di Sulawesi Selatan. Perlunya hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa peninggalan dan tempat-tempat yang sangat perlu dikembangkan sebagai tempat wisata, salah satunya Bambapuang yang merupakan tebing yang berdiri tegak 90 derajat dan di bagian-bagian tebing terdapat makam-makam kuno yang merupakan peninggalan jaman megalitikum. Selain makan yang begitu menarik untuk dipelajari, wisata panjat tebing juga dapat dilakukan disini, pada hari kemerdekaan indonesia yang ke 64, tebing bambapuang dijadikan objek pengibaran sang saka Merah Putih, prestasi tersebut diukir oleh MAPALA Politeknik Negeri Ujung Pandang yang sangat bangga mampu menaklukkan tebing yang indah tersebut, "tebingnya sangat indah dan sangat menarik," ungkap dadang yang juga ikut mengibarkan sang saka Merah Putih pada tebing Bambapuang.
Untuk meningkatkan pendapatan daerah, bahkan pendapatan negara. Perlunya pengembangan objek wisata panjat tebing pada Bambapuang dan pelunya komunikasi publik yang baik, agar informasi tebing Bambapuang yang indah ini mampu menarik climbers lokal maupun manca negara. Arfa rauf yang merupakan kepala dinas pariwisata kabupaten Enrekang menjalaskan bahwa kedepannya akan dilakukan pengembangan objek wisata panjat tebing "alat-alat penjat tebing telah kami siapkan, tinggal pengembangan daerah ini, namun kedepannya akan dibangun dan direhabilitasi agar daerah Bambapuang menjadi indah dan mampu menarik wisatawan" ungkapnya.
Di beberapa Negara yang berada di belahan Eropa, memiliki tempat wisata dan beberapa peninggalan-peninggalan jaman kuno, dari tempat wisata dan peninggalan tersebutlah yang menyedot wisatawan asing untuk berkunjung ke Negara itu, jika dibandingkan dengan indonesia, peninggalan-peninggalan yang berada di indonesia tidak kalah menarik dengan yang berada di belahan Eropa. Namun, yang perlu dilakukan saat ini adalah pengembangan untuk mampu menarik wisatawan. Maka dari itu Enrekang yang memiliki tempat-tempat wisata dan peninggalan-peninggalan jaman kuno lainnya, perlu dikembangkan dan dilestarikan agar menjadi tempat wisata yang mendunia.
Penulis berharap jika kedepannya telah terjadi pengembangan dan pembangunan di Bambapuang maka akan menaklukkan tebing yang sangat curam dan unik tersebut. (win)




















.jpg)