Sabtu, 07 November 2009

Massenrempulu, tempat yang penuh dengan nilai sejarah








Laporan : Wiwin edwin Enrekang













Pernahkah anda mengelilingi daerah Sulawesi Selatan, terdapat beberapa keindahan yang ada di daerah tersebut. Kali ini ada kawasan dan sebuah daerah yang ternyata memiliki segudang peninggalan sejarah yang sangat menarik dan penuh dengan nilai historis yang mendunia. Mulai dari peninggalan - peninggalan penjajahan Jepan, hingga peninggalan kuno jaman megalitikum, yang dimana penduduk pada jaman tersebut menggunakan batu sebagai peralatalan sehari-hari, hingga pernah diadakan penelitian tentang ketajaman batu yang digunakan sebagai alat pemotong dan hasilnya, batu tersebut sangat tajam, setajam pisau yang digunakan saat ini.
Daerah yang terletak pada kilometer 196 sampai 281 dari kota Makassar dan berbatasan langsung dengan Tana Toraja, merupakan daerah yang sangat strategis. Saat ini Tana Toraja merupakan pusat pariwisana dan budaya yang telah mendunia yang penuh nilai historis. Namun, sebelum menuju Tana Toraja terlebih dahulu kita melewati daerah ini. Massenrempulu adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh masyarakat dan kerajaan Sulawesi Selatan pada tahun 1511 M, pemberian nama ini dikarenakan letaknya yang berada di lereng Latimojong, dimana Latimojong ini dikenal dengan gunung tertinggi di Sulawesi Selatan yang memiliki ketingian 3239 meter dari laut.
Enrekang, nama daerah ini yang memiliki histori - histori yang perlu untuk dipelajari dan dikembangkan, sebagai objek pariwisata dan budaya di Sulawesi Selatan. Perlunya hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa peninggalan dan tempat-tempat yang sangat perlu dikembangkan sebagai tempat wisata, salah satunya Bambapuang yang merupakan tebing yang berdiri tegak 90 derajat dan di bagian-bagian tebing terdapat makam-makam kuno yang merupakan peninggalan jaman megalitikum. Selain makan yang begitu menarik untuk dipelajari, wisata panjat tebing juga dapat dilakukan disini, pada hari kemerdekaan indonesia yang ke 64, tebing bambapuang dijadikan objek pengibaran sang saka Merah Putih, prestasi tersebut diukir oleh MAPALA Politeknik Negeri Ujung Pandang yang sangat bangga mampu menaklukkan tebing yang indah tersebut, "tebingnya sangat indah dan sangat menarik," ungkap dadang yang juga ikut mengibarkan sang saka Merah Putih pada tebing Bambapuang.
Untuk meningkatkan pendapatan daerah, bahkan pendapatan negara. Perlunya pengembangan objek wisata panjat tebing pada Bambapuang dan pelunya komunikasi publik yang baik, agar informasi tebing Bambapuang yang indah ini mampu menarik climbers lokal maupun manca negara. Arfa rauf yang merupakan kepala dinas pariwisata kabupaten Enrekang menjalaskan bahwa kedepannya akan dilakukan pengembangan objek wisata panjat tebing "alat-alat penjat tebing telah kami siapkan, tinggal pengembangan daerah ini, namun kedepannya akan dibangun dan direhabilitasi agar daerah Bambapuang menjadi indah dan mampu menarik wisatawan" ungkapnya.
Di beberapa Negara yang berada di belahan Eropa, memiliki tempat wisata dan beberapa peninggalan-peninggalan jaman kuno, dari tempat wisata dan peninggalan tersebutlah yang menyedot wisatawan asing untuk berkunjung ke Negara itu, jika dibandingkan dengan indonesia, peninggalan-peninggalan yang berada di indonesia tidak kalah menarik dengan yang berada di belahan Eropa. Namun, yang perlu dilakukan saat ini adalah pengembangan untuk mampu menarik wisatawan. Maka dari itu Enrekang yang memiliki tempat-tempat wisata dan peninggalan-peninggalan jaman kuno lainnya, perlu dikembangkan dan dilestarikan agar menjadi tempat wisata yang mendunia.
Penulis berharap jika kedepannya telah terjadi pengembangan dan pembangunan di Bambapuang maka akan menaklukkan tebing yang sangat curam dan unik tersebut. (win)

Senin, 24 Agustus 2009

Benteng Ujung Pandang




Benteng Ujung Pandang
Salah satu peninggalan bersejarah














Penulis : Wiwin Edwin
win101187edu@yahoo.com


Pernahkah anda mengelilingi jalan-jalan kota Makassar, mungkin ada beberapa tempat yang menjadi sorotan atau pertanyaan buat anda. Fort Rotterdam adalah sebuah bangunan yang dikelilingi oleh dinding besar dan kokoh, sampai saat ini dinding tersebut masih berdiri dengan megahnya.

Bangunan ini dibangun oleh Raja Gowa XI Tumaparisi Kallonna yang kemudian dilanjutkan oleh Raja Gowa X Tunipallangga Ulaweng, bangunan ini saat pertama berdirinya diberi nama Benteng Ujung Pandang atau biasa juga disebut dengan Benteng Pannyuwa yang berarti benteng penyu, hal tersebut dinamakan benteng penyu disebabkan bentuk dari benteng ini menyerupai penyu, untuk membuktikannya kita juga dapat melihat bentuknya yang seperti penyu dari atas ketinggian, selain itu juga penamaan benteng ini diharapkan dapat menyerupai penyu yang mampu hidup didua tempat.

Benteng ini menjadi kejayaan dan kemegahan kerajaan Gowa pada abad 16 dan 17. Namun pada kejayaan raja Gowa XIV Mangarrangi Daeng Manrabia Sultan Alaudin, belanda ingin menguasai perdagangan di laut Maluku. Kemudian belanda menguasai Ujung Pandang dan merebut Benteng Ujung Pandang yang kemudian mengganti namanya dengan Benteng Fort Rotterdam.

Pada masa jaya kerajaan Gowa tepatnya dipenghujung abad XVII kerajaan Gowa mempunyai 14 buah benteng yang berfungsi sebagi benteng pengawal. Namun karena kekelahan dari belanda, benteng – benteng tersebut runtuh, benteng – benteng tersebut hanya tinggal serpihan-serpihan saja. Karena peruntuhan benteng – benteng tersebut, maka terjadilah perjanjian Bongaya tahun 1667, yang dimana hanya Benteng Ujung Pandang dan Benteng Somba Opu yang tidak dihancurkan.

Pemberian nama Benteng Fort Rotterdam dilakukan oleh Cornelis Speelman seperti nama kota kelahirannya di Belanda yaitu Rotterdam, selain itu isi bangunan pun diubah, sesuai dengan keperluan belanda.

Saat ini Benteng Fort Rotterdam menjadi museum sejarah yang bernama La Galigo, didalamnya terdapat berbagai peninggalan – peninggalan bersejarah, seperti mahkota Raja Gowa, perhiasan – perhiasan yang terbuat dari emas, dan barbagai benda – benda yang bernilai sejarah tinggi. Setiap bulan tempat ini tidak sepi dari kunjungan turis yang ingin mengetahui atau hanya sekedar melihat benteng megah yang berada di daerah makassar ini.

Ada sesuatu yang paling tidak saya senangi, waktu datang dan melihat tempat tersebut, dinding – dinding bangunan dan beberapa tempat lainnya dipenuhi oleh coretan – coretan, ini adalah hal yang perlu kita diperhatikan, jangan sampai nilai sejarah daerah yang kita miliki hilang, mulai sejak dini kita perlu memperhatikan hal – hal tersebut. Ada beberapa bangunan – bangunan di Negara Eropa yang masih dipertahankan, tidak ada perubahan yang berarti dari bangunan tersebut yang mampu menghilangkan nilai sejarahnya dan bangunan tersebut menjadi sumber datangnya wisatawan asing untuk berkunjung ke bangunan – bangunan tersebut. Seandainya kita memelihara dan menjaga tempat – tempat bersejarah kita, akan menjadi nilai lebih buat daerah kita.










Bagi yang memiliki tulisan atau sejarah di daerahnya kirim ke redaksi Fajar Pendidikan Graha Pena Lt. 4 Makassar atau melalui email : fajar_pendidikan_mks@yahoo.com


Senin, 27 Juli 2009

Membuat Efek Cinema pada Foto

Membuat Efek Cinema pada Foto


Saya suka banget bikin efek foto dengan campur tangan si Blur bukan Brur.. :) .. Nah efek cinema ini sudah dipastikan pake blur.. hasil nya nanti mungkin jadi seperti ini :


Movie Effect photoshop


Ayoo.. gimana? Mantep tho.. enak tho.. daripada naek busway kesasar.. hehehe


Pengen tau cara bikinnya ? ya udah langsung Action aja


Buka foto yang mau diedit..


saya gak pake foto diatas.. tapi pake foto anak saya lagi berenang..


cinema1


Duplikat layer dengan menekan CTRL + J ..


Di layer baru tadi klik Image > Adjustment > Hue/saturation


cinema2


Klik Image > Adjustment > Exposure


cinema3


Angka-angka di atas disesuaikan dengan gede gambarnya nanti..


Sekarang Duplikat lagi layer yang baru diedit tekan CTRL + J


Klik Filter > Blur > Lens Blur


cinema4


Klik Add Vector Mask


cinema5


Gunakan Brush Tool dengan warna Hitam.. Ini untuk mewarnai layer mask tadi dengan warna Hitam.


cinema6


Klik kanan di layar gambar .. lalu ubah settingan Brush nya..


Brush menggunakan Soft Round Brush .. ( yang pinggir-pinggirnya keliatan nge-Blur) .. Usahakan Ukuran Master Diameter nya gede.. kira-kira hampir sebesar foto yang diedit..


cinema7


Klik di tengah foto beberapa kali.. kira-kira 2-3 kali lah. kasih merica sedikit.. dan garam secukupnya :)


Sehingga di layer mask tadi ada gambar lingkaran ber Blur..


cinema8


Sekarang supaya gambarnya lebih soft lagi.. Buat layer baru.. warnai dengan warna hitam , Opacity = 50%.


cinema9


Buat layer mask juga di layer yang ini.. caranya seperti yang tadi yaa.. masih inget kan?? kalo gak inget.. silahkan roll lagi ke atas..


cinema10


Terakhir.. Buat kotak dengan Rectangle marquee tool .. lalu Klik Select > inverse sehingga yang ke select sekarang adalah bagian atas dan bawah aja..


Sekarang warnain deh menggunakan Paint Bucket Tool dengan warna hitam ..


cinema11


Hasilnya :


hasil


Saya kasih contoh hasil dengan menggunakan cara-cara diatas :


Sebelum


Sesudah

Ini hasil yang laen


edit foto1


edit photo


Gimana? kayak photographer profesional kan hasilnya ?? hehehe.. Photoshop tea..


Ya udah Selamat mencoba..



Artikel Membuat Efek Cinema pada Foto ini dipersembahkan oleh Tutorial Photoshop Gratis. Kunjungi Wallpaper, Font, Desktop Theme Gratis Pokoknya Serba Gratis. Baca Juga Stop Dreaming Start Action mudah-mudahan bisa memberi motivasi untuk lebih mendalami Adobe Photoshop dan lebih PEDE.

PENDIDIKAN INKLUSI


Oleh :
Ahmad, S.Pd.I
(Juara 1 Lomba Karya Tulis HKI-Indonesia, Kategori Guru Enrekang)
SD Negeri 86 Bulo Kab.Enrekang
(Karya tulis ini diikutkan pada Lomba Karya Tulis
(HKI-Indonesia) Bagi Guru SDIMI)

Pendidikan Inklusi


Pendidikan inklusi merupakan perkembangan terkini dari model pendidikan bagi anak berkelainan yang secara formal kemudian ditegaskan pada Konferensi Dunia tentang Pendidikan Berkelainan pada Juni 1994, bahwa "Prinsip mendasar dari pendidikan inklusi yakni, selama memungkinkan, semua anak seyogyanya belajar bersama-sama tanpa memandang kesulitan ataupun perbedaan yang mungkin ada pada mereka".
Melalui pendidikan inklusif, penuntasan Wajib Belajar dapat diakselerasi dengan berpedoman pada azas pemerataan serta peningkatan kepedulian terhadap penanganan anak yang memerlukan pelayanan pendidikan.
Secara Umum pengertian Pendidikan inklusi adalah suatu strategi untuk memperbaiki sistem pendidikan melalui perubahan kebijakan dan pelaksanaan dan eksklusif.
Adapun Pendidikan Inklusi berfokus pada peminimalan dan penghilangan berbagai hambatan terhadap akses, partisipasi dan belajar bagi semua anak, terutama bagi mereka yang secara sosial terdiskriminasikan sebagai akibat kecacatan dan kelainannya.
Pendidikan Inklusi melihat perbedaan individu bukan sebagai suatu masalah, namun lebih pada kesempatan untuk memperkaya pembelajaran bagi semua anak.
Pendidikan Inklusif melaksanakan hak setiap anak untuk tidak terdiskriminasikan secara hukum sebagaimana tercantum dalam konvensi PBB (UNCRC) tentang hak anak.


Mengapa Inklusi Perlu Diterapkan?

Pendidikan Inklusi perlu diterapkan yakni karena, semua anak mempunyai hak yang sama untuk tidak didiskriminasikan dan memperoleh pendidikan yang bermutu, semua anak mempunyai kemampuan untuk mengikuti pelajaran tanpa melihat kelainan dan kecacatannya, perbedaan merupakan penguat dalam meningkatkan mutu pembelajaran bagi semua anak dan bagi sekolah serta guru mempunyai kemampuan untuk belajar merespon dari kebutuhan pembelajaran yang berbeda.


Landasan Pendidikan Inklusi
• Landasan Filosofis
Landasan filosofis utama penerapan inklusi Indonesia adalah Pancasila yang merupakan lima pilar sekaligus cita-cita yang didirikan atas pondasi yang lebih mendasar yang disebut Bhinneka Tunggal Ika. Bertolak dari filosifis Bhinneka Tunggal Ika, kelainan (kecacatan) dan keberbakatan hanyalah satu bentuk kebhinnekaan kecacatan dan keunggulan tidak memisahkan peserta didik satu dengan yang lainnya hal ini harus dituujudkan dalam sistem pendidikan.
• Landasar Yuridis
Di Indonesia, penerapan pendidikan inklusi dijamin oleh UU No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dalam penjelasannya menyebutkan bahwa penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik berkelainan atau memiliki kecerdasan luar biasa diselenggarakan secara inklusif atau berupa sekolah khusus.
• Landasan Pedagosis
Pada Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa pada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. Melalui peserta didik berkelainan dibentuk menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab, yaitu individu yang mampu menghargai perbeclaan dan berpartisipasi dalam masyarakat.
• Landasan Empiris
Penelitian tentang inklusi telah banyak dilakukan di negara Barat sejak 1980-an klasifikasi dan penempatan anak berkelainan di sekolah, kelas atau tempat khusus tidak efektif dan deskriminatif. Beberapa pakar mengemukakan bahwa sangat sulit melakukan identifikasi dan penempatan anak berkelainan secara tepat, karena karakteristik mereka yang heterogen. Penelitian lebih lanjut diperoleh bahwa pendidikan inklusi berdampak positif, baik terhadap perkembangan akademik maupun sosial anak berkelainan.
Lingkungan yang Inklusif Bagi Semua Anak
Satu konsep yang harus kita terima adalah "semua anak itu berbeda" tetapi semua memiliki hak setara terhadap pendidikan walalu bagaimanapun latar belakang atau kemampuannya.
Akhir-akhir ini banyak sekolah yang kita dengar dengan sistem pendidikan menuju "Pendidikan Inklusif' dimana anak dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam membaur di sekolah umum. Pada satu sisi kehadiran anak berkelainan di sekolah umum dapat meningkatkan kesempatan untuk belajar karena mereka dapat berorientasi dengan anak lainnya.
Memperbaiki pembelajaran mereka juga mendorong partisipasi mereka dalam keluarga dan masyarakat. Pada sisi lain anak yang berinteraksi dengan mereka juga memperoleh manfaat. Mereka belajar untuk menghargai dan menghormati apapun keadaannya juga belajar untuk sabar, toleransi dan pengertian.
Karakteristik lingkungan inklusif dan pembelajaran yang, ramah bagi semua anak :
• Melibatkan semua anak tanpa memandang perbedaan..
• Keluarga, guru dan masyarakat terlibat dalam pembelajaran anak.
• Keadilan Jender dan Non Diskriminasi.
• Memberikan kesempatan bagi guru untuk belajar dan mengambil manfaat dari pembelajaran itu.
• Belajar disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari anak,
• Menerapkan pola hidup sehat.
• Meningkatkan partisipasi dan kerjasama.
• Sensitif budaya, menghargai perbedaan dan menstimulasi pernbelajaran untuk semua anak.
• Perlindungan; melindungan semua anak dari kekerasan. pelecehan dan penyiksaan.
Olehnya itu diharapkan penerimaan dan proses pembelajaran di sekolah harus bernuansa ramah. Artinya seperti apapun kondisi anak maka anak tersebut harus diberi kesempatan untuk dapat mengikuti sekolah.
Dengan sekolah yang ramah memungkinkan anak yang terabaikan (ABK) akan berkembang sesuai dengan kemampuannya, dan melalui pendidikan yang optimal di sekolah yang ramah akan membantu menghantarkan anak ke dalam kehidupan yang lebih layak di masa yang akan datang.
Dalam menciptakan sekolah yang inklusif, ramah terhadap pembelajaran sangat bergantung dari berbagai faktor yang sating mempengaruhi yang memusatkan kepada kebutuhan anak agar dapat mengikuti proses belajar dengan terus menerus tumbuh dan berkembang dalam situasi dan lingkungan yang berbeda.
Maka dari itu diharapkan dalam program pendidikan terpadu/inklusi dapat memberikan kesempatan dan peluang kepada anak-anak yang berkebutuhan khusus untuk dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam hal memperoleh pendidikan seperti anak-anak normal lainnya sekaligus ikut menuntaskan wajib belajar 9 tahun.
Selain itu program pendidikan terpadu/inklusi dilakukan berdasarkan langkah¬langkah yang telah ditentukan, yakni :
a. Identifikasi anak berkebutuhan khusus
b. Pengembangan kurikulum
c. Pengadaan dan pembinaan tenaga kependidikan
d. Pengadaan sarana dan prasarana
e. Kegiatan belajar-mengajar
Kepada semua pembina dan pelaksana pendidikan (negeri maupun swasta) untuk dapat membuka diri bagi anak-anak berkebutuhan khusus sehingga mereka diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan di sekolah reguler bersama anak normal lainnya. Selain itu perlu kiranya dilakukan sosialisasi tentang pendidikan inklusi kepada masyarakat luas supaya mereka dapat terlibat langsung dalam penyelenggaraan dan pelaksaan pendidikan inklusi.