Senin, 24 Agustus 2009

Benteng Ujung Pandang




Benteng Ujung Pandang
Salah satu peninggalan bersejarah














Penulis : Wiwin Edwin
win101187edu@yahoo.com


Pernahkah anda mengelilingi jalan-jalan kota Makassar, mungkin ada beberapa tempat yang menjadi sorotan atau pertanyaan buat anda. Fort Rotterdam adalah sebuah bangunan yang dikelilingi oleh dinding besar dan kokoh, sampai saat ini dinding tersebut masih berdiri dengan megahnya.

Bangunan ini dibangun oleh Raja Gowa XI Tumaparisi Kallonna yang kemudian dilanjutkan oleh Raja Gowa X Tunipallangga Ulaweng, bangunan ini saat pertama berdirinya diberi nama Benteng Ujung Pandang atau biasa juga disebut dengan Benteng Pannyuwa yang berarti benteng penyu, hal tersebut dinamakan benteng penyu disebabkan bentuk dari benteng ini menyerupai penyu, untuk membuktikannya kita juga dapat melihat bentuknya yang seperti penyu dari atas ketinggian, selain itu juga penamaan benteng ini diharapkan dapat menyerupai penyu yang mampu hidup didua tempat.

Benteng ini menjadi kejayaan dan kemegahan kerajaan Gowa pada abad 16 dan 17. Namun pada kejayaan raja Gowa XIV Mangarrangi Daeng Manrabia Sultan Alaudin, belanda ingin menguasai perdagangan di laut Maluku. Kemudian belanda menguasai Ujung Pandang dan merebut Benteng Ujung Pandang yang kemudian mengganti namanya dengan Benteng Fort Rotterdam.

Pada masa jaya kerajaan Gowa tepatnya dipenghujung abad XVII kerajaan Gowa mempunyai 14 buah benteng yang berfungsi sebagi benteng pengawal. Namun karena kekelahan dari belanda, benteng – benteng tersebut runtuh, benteng – benteng tersebut hanya tinggal serpihan-serpihan saja. Karena peruntuhan benteng – benteng tersebut, maka terjadilah perjanjian Bongaya tahun 1667, yang dimana hanya Benteng Ujung Pandang dan Benteng Somba Opu yang tidak dihancurkan.

Pemberian nama Benteng Fort Rotterdam dilakukan oleh Cornelis Speelman seperti nama kota kelahirannya di Belanda yaitu Rotterdam, selain itu isi bangunan pun diubah, sesuai dengan keperluan belanda.

Saat ini Benteng Fort Rotterdam menjadi museum sejarah yang bernama La Galigo, didalamnya terdapat berbagai peninggalan – peninggalan bersejarah, seperti mahkota Raja Gowa, perhiasan – perhiasan yang terbuat dari emas, dan barbagai benda – benda yang bernilai sejarah tinggi. Setiap bulan tempat ini tidak sepi dari kunjungan turis yang ingin mengetahui atau hanya sekedar melihat benteng megah yang berada di daerah makassar ini.

Ada sesuatu yang paling tidak saya senangi, waktu datang dan melihat tempat tersebut, dinding – dinding bangunan dan beberapa tempat lainnya dipenuhi oleh coretan – coretan, ini adalah hal yang perlu kita diperhatikan, jangan sampai nilai sejarah daerah yang kita miliki hilang, mulai sejak dini kita perlu memperhatikan hal – hal tersebut. Ada beberapa bangunan – bangunan di Negara Eropa yang masih dipertahankan, tidak ada perubahan yang berarti dari bangunan tersebut yang mampu menghilangkan nilai sejarahnya dan bangunan tersebut menjadi sumber datangnya wisatawan asing untuk berkunjung ke bangunan – bangunan tersebut. Seandainya kita memelihara dan menjaga tempat – tempat bersejarah kita, akan menjadi nilai lebih buat daerah kita.










Bagi yang memiliki tulisan atau sejarah di daerahnya kirim ke redaksi Fajar Pendidikan Graha Pena Lt. 4 Makassar atau melalui email : fajar_pendidikan_mks@yahoo.com